Minggu, 18 September 2011

Why Westlife? : Bukan Fans Buta!!!

Sewaktu ikut Healthylicious beberapa bulan, semakin banyaklah bertanya-tanya tentang profil saya di blog ttg "huge fans of Westlife". Dari dulu sebenarnya pengen nulis juga kenapa saya ngepens sama Westlife. Tapi baru sempat sekarang.

Well, Westlife. Apa sih yang kalian pertama kalian ingat ketika kata Westlife diucapkan? Boyband, 90-an, Irlandia, Mark, Nick, Bryan dan bla bla bla. Tapi beda sama saya, ketika orang ngucapin Westlife yang saya ingat adalah ENGLISH (in term of language). Yap Bahasa Inggris. Kenapa? Karena saya belajar bahasa inggris tuh sangat banyak di bantu oleh si Lima Sekawan Westlife ini (sekarang berempat). Westlife tuh mulai terkenal di zaman saya SD kelas 4 atau 5 gitu. Lagunya

Selasa, 06 September 2011

Di Bawah Lindungan Ka’bah

Saya penasaran banget yah sama yang namanya film “Di Bawah Lindungan Ka’bah”. Entahlah, saya belum pernah sepenasaran ini lagi sama film Indonesia, dulu pernah penasaran ama Dea Lova, zaman SMA. Tapi dulu waktu Dea Lova, langsung kesel ama filmnya karena ga sesuai sama bayangan diotak saya, yang sudah diisi ama

Sabtu, 20 Agustus 2011

Quote #2

Dalam sebuah pertarungan, siapkanlah hati anda 50:50 untuk hasil yang tak terduga. 50 untuk kemenangan dan 50 untuk kekalahan. Maka ketika anda kalah anda tidak akan terlalu jatuh dan sakit, dan ketika anda menang anda tidak akan terlalu tinggi dan sombong.

Senin, 15 Agustus 2011

Pariban


Sebagai orang Batak, yang sangat tidak bermuka Batak dan tidak bersuara sekeras saudara-saudara Batak yang lainnya, saya juga punya tugas yang tidak resmi untuk menyebarkan dan memberikan penjelasan tentang Batak. Yah, semacam Duta Orang Bataklah. Kali ini saya untuk pertama kali membagikan tentang pertanyaan kebanyakan orang ke saya tentang sebuah kata yaitu : PARIBAN. Perlu dicatat saya tidak pernah menimba ilmu khusus untuk

Minggu, 07 Agustus 2011

Quote #1

Maaf hanya akan mempunyai nilai jika digunakan sesekali, kalau berulang kali tidak akan bernilai.

Jumat, 03 Juni 2011

Remaja Tertawa


Sungguh, sudah jadi sebuah tontonan yang asik melihat remaja masa kini dengan penampilan dan tawa yang segar. Mereka sungguh menikmati masa mudanya. (Plis bukan berarti saya bilang saya sudah tua, walaupun saya memang lebih tua dari remaja) Lihat saja ditempat yang banyak remajanya, sudah pasti tempat itu ramenya bukan kepalang. Mulai dari suara, warna baju, sampai tingkah polah yang rame nan lincah. Di masa peralihan ini memang mereka belum tergolong apa-apa. Dibilang anak-anak, tidak juga, karena mereka sudah terlalu tua untuk itu. Mereka akan ditolak jika mau ikut main odong-odong. Mau dibilang dewasa juga ga. Mereka akan ditolak jika membeli minuman (sedikit) beralkohol di convenience store yang lagi nge-hits itu, karena belum cukup tua (Well, saya lebih suka menyebutkan kata tua, karena untuk bisa beli minuman beralkohol itu bukan dilihat dari “kedewasaan” seseorang tapi dari “angka” yang menunjukkan lama hidupnya seseorang. Harusnya yang beli minuman alkohol harusnya mengerti resiko yang ditimbulkan dari minuman itu, makanya perlu sebuah pemahaman yang lebih “dewasa” dan dalam tentang minuman itu. Saya percaya “ages didn’t  guarantee your maturity”. Ok skip! Bisa panjang pembahasannya.)

Minggu, 01 Mei 2011

Tuhan, Minta Uang Jajan Dong.

Ini sebenarnya cerita Kakak Ipar tentang ponakan saya Gaby. Gaby adalah cucu pertama dari keluarga kami. Umurnya sekitar 3 tahun. Ceritanya begini. Papanya Gaby, yang adalah abang saya, sedang ada urusan kerja ke luar kota yaitu Jakarta, beragkat sore jam 17.30 sore.