Entahlah saya harus memulai dari mana, karena seperti ada sesuatu yang menekan dari alam bawah sadar saya untuk menulis tentang ini. Kejadiannya bermula ketika saya dan kakak ipar saya menikmati kudapan di sore hari. Bersantai di rumah sambil menikmati siaran televisi. Abang dan kakak ipar saya memiliki dua anak perempuan yang lucu-lucu. Paling sulung namanya Gaby berumur 3 tahun 6 bulan, dan yang kedua Keyla atau Keke yang masih berumur 9 bulan dan baru keluar dari rumah sakit karena mencret dan dehidrasi. Lagi asik-asiknya makan, eh si Keyla pup, dan dia mencret. Pada saat itu dia pake celana warna putih, bisa membayangkan ada cetakan itu? Gaby teriak “adek ook mah”. Dan makin banyaklah keluar, sampai lantai putih pun kena. Pada saat itu saya pun lagi makan, jujur aja, saya pun mau muntah, pemandangan yang kurang cocok pada waktu itu. Tapi beda dengan kakak ipar saya, dia meletakkan piringnya langsung menggendong Keyla ke kamar mandi, dan membereskan semuanya. Setelah itu dia kembali lagi ke makanannya. Waawww, amazing. Tanpa menunjukkan rasa jijik dan keinginan untuk muntah.
Rabu, 22 Desember 2010
IBU
Entahlah saya harus memulai dari mana, karena seperti ada sesuatu yang menekan dari alam bawah sadar saya untuk menulis tentang ini. Kejadiannya bermula ketika saya dan kakak ipar saya menikmati kudapan di sore hari. Bersantai di rumah sambil menikmati siaran televisi. Abang dan kakak ipar saya memiliki dua anak perempuan yang lucu-lucu. Paling sulung namanya Gaby berumur 3 tahun 6 bulan, dan yang kedua Keyla atau Keke yang masih berumur 9 bulan dan baru keluar dari rumah sakit karena mencret dan dehidrasi. Lagi asik-asiknya makan, eh si Keyla pup, dan dia mencret. Pada saat itu dia pake celana warna putih, bisa membayangkan ada cetakan itu? Gaby teriak “adek ook mah”. Dan makin banyaklah keluar, sampai lantai putih pun kena. Pada saat itu saya pun lagi makan, jujur aja, saya pun mau muntah, pemandangan yang kurang cocok pada waktu itu. Tapi beda dengan kakak ipar saya, dia meletakkan piringnya langsung menggendong Keyla ke kamar mandi, dan membereskan semuanya. Setelah itu dia kembali lagi ke makanannya. Waawww, amazing. Tanpa menunjukkan rasa jijik dan keinginan untuk muntah.
Senin, 20 Desember 2010
Sedapnya Soup Ayam Cek Nong
Perjalanan saya di Pekan Baru (PKU) masih terus berlanjut. Hari ini saya menemani ponakan saya yang kebetulan sakit dan di rawat di RS Awal Bross PKU. Setelah selesai mengurus sana-sini dan gantian ngejaga (maklum yang sakit baru 9 bulan). Saya akhirnya punya waktu sendiri. Rencanannya pengen nyari makanan yang seru buat sendirian. Niat awal adalah mencari sate padang atau ga mi aceh. Setelah berjalan keluar dari rumah sakit ke arah kanan, saya mengamati satu per satu warung warung pinggir jalan. Belum ada yang sreg. Mau nyebrang ga bisa, karena jalannya di tengah di kasi pagar setinggi 1 meter kayaknya, jadilah hanya bisa jalan di satu sisi. Tak jauh saya berjalan akhirnya saya menemukan sebuah perpisahan jalan, tempat putar balik. Asikkkk bisa nyebrang. Saya pun nyebrang ke sisi yang lain. Berjalan lagi ke arah lampu merah, melewati RS SYAFIRA (mudah2an namanya bener namanya), dan ketemulah suatu tempat makan yang menarik hati saya. SOUP AYAM CEK NONG.
Ahhh mungkin
Kamis, 16 Desember 2010
Analogi Pensil

Seorang teman baru (saya kembangkan sedikit ya koh!) bercerita tentang sebuah analogi kepada saya. Analogi yang baru saya dengar. ANALOGI PENSIL.
Apa sebenarnya analogi pensil? Anlogi pensil bercerita bahwa hidup sebagai seorang fresh graduate adalah bagaikan pensil baru. Pensil yang masih baru banget. Sebuah pensil yang baru banget , pensil yang baru dibeli dari toko. Di toko banyak menyediakan pensil yang bermacam-macam dengan kualitas dan fungsi yang berbeda-beda dan tentunya dengan harga yang berbeda. Ada banyak jenis pensil mulai dari pensil warna ataupun pensil biasa. Pensil biasa pun masih terbagi dalam beberapa kategori. Kalo kita sering menemukan pensil dengan kode H atau misalnya pensil yang sering banget dipakai untuk ujian seperti 2B, itu menunjukkan identitas dari pensil tersebut. Huruf di pensil tersebut punya arti H berarti menunjukkan tingkat kekerasan lead pensilnya, B menunjukkan boldness atau tingkat ketebalan dan F
Rabu, 01 Desember 2010
Yeaayyy Birthday at Home!!!
27 November 2010, yihiiiii... Ulang tahun saya dan saya di rumah. Senang banget. Setelah 4 tahun sejak 2006, saya ga pernah merayakan ulang tahun di rumah sendiri bareng keluarga sendiri. Saya hanya merindukan sebuah kehangatan ketika merayakan ulang tahun di sekeliling keluarga, yang selama 4 tahun harus saya cari sendiri di tengah keriuhan kegiatan perantauan saya sendiri. Banyak hal yang saya lakukan selama 4 tahun ini di tanggal ini, mulai dari merayakan bareng teman dekat dan menerima surprise dari teman dekat, berefleksi sendiri di kamar dengan sebiji lilin (dan yakinlah saya hanya nangis gara-gara homesick), menghabiskan waktu dengan masak bareng dan makan tengah malam di fast food
Selasa, 16 November 2010
Semarang
11 Agustus 2006, saya menginjakkan kaki di tanah ini. Semarang. Masih ingat banget saya nyampe sekitar pukul 3.30 siang. Dulu saya kesini hanya bermodalkan kenalannya saudara saya yang ternyata kakak kelas saya SMA.
Sejak hari itu petualan di Semarang dimulai. Di mulai hanya kenal sama kakak kelas SMA yang beda 3 tahun di atas saya sampai sekarang akrab sama
Sejak hari itu petualan di Semarang dimulai. Di mulai hanya kenal sama kakak kelas SMA yang beda 3 tahun di atas saya sampai sekarang akrab sama
Minggu, 14 November 2010
Bisakah Berbelok Dulu?
Mengejar Mimpi by Patton
Tak semestinya
Kita berhenti di sini
Masih terbentang luas
Jalan menuju cita
Tak akan pernah
Aku cepat berharap
Cepat ku kan melaju
Meraih berjuta bintang
Tak semestinya
Kita berhenti di sini
Masih terbentang luas
Jalan menuju cita
Tak akan pernah
Aku cepat berharap
Cepat ku kan melaju
Meraih berjuta bintang
Sabtu, 13 November 2010
Museum Kretek – Kudus : Dimana Rokok Beristirahat!
Yippie, 11 – 11 – 2010, akhirnya saya akan mempunyai perjalanan Tour De Museum yang pertama. Kali ini saya putuskan untuk ke Kudus. Bukan apa-apa, sekalian ketemu ama teman yang baru mendarat dari Jakarta. Ditemani oleh Rendi Ardinosa (teman galau, hahahha) kami memulai perjalanan dari Jl. Sriwijaya (alamat kosan) Semarang menuju Terboyo buat naik bus ke Kudus. Ongkos naik busa dari Sriwijaya ke Terboyo hanya Rp. 4000/orang. Tapi sedikit perhatian, pastikan anda memberi uang pas ama kernet busnya, atau ga kalo ngasi uang lebih pastikan anda minta kembaliannya, jangan segan-segan buat minta kembaliannya, walau muka bapak kernetnya lebih sangar dari bodyguardnya artis hollywood.
Langganan:
Postingan (Atom)