Saya pernah post ini di halaman Path saya, tapi beberapa temen membutuhkan terjemahan. Ya pasti karena ada kata kawin di salah satu kata - katanya. Ya kan. Ya kan
Sebuah pembicaraan terangkum dan terjadi di Poliklinik kantor saya.
(Versi Batak)
A : Horas! E ngaboha kabarmu kak?
B : Sehat. Udah berapa lamanya kak kita ga pajumpang. (toe ma nga marsampur2 be sude)
A dan B berbincang2 asik. Gw pun nguping asik.
A : eh ngaboha kabar ni si Ucok?
B : eee ima dang dope kawin kak. eh accit ulu mamikirhon. Sek sante hubereng.
A : Ih sama kalilah kita. Si butet nami pe, eee tahe holan karejo lak so kawin sahat tu sadarion.
B : eh boha molo ta patanda kak? aek boha marokkap halaki. Cocok kam rasa?
Siapapun yg diomongin dua Ibu ini. Selamat ya!!! Mom's rules!!!
(Versi Nasional)
A : Horas! Gimana kabarnya Kak?
B : Sehat. Udah berapa lamanya kak kita ga ketemu. (duh, semua pun sudah bercampur aduk bahasanya)
A dan B berbincang2 asik. Gw pun nguping asik.
A : eh gimana kabar si Ucok?
B : eee itulah belum kawin dia kak. eh pusing kepala mikirinnya. Hidupnya tuh sante kali.
A : Ih sama kalilah kita. Si butet kami pun samalah, eee hanya kerjaan yang dipikirin, sampe saat ini ga kwin - kawin juga.
B : eh gimana kalo kita pertemukan mereka kak? mana tau jodoh mereka. Gimana menurut kakak? Cocok kak?
Siapapun yg diomongin dua Ibu ini. Selamat ya!!! Mom's rules!!!
Sabtu, 28 Februari 2015
Sabtu, 21 Februari 2015
Uang Ga Bisa Beli Semua!
Di sebuah tempat potong rambut. Tersebutlah 2 anak kecil sedang menunggu Bapaknya yg sedang potong rambut. Lari sana sini, ya namanya juga anak - anak.
Petugas ada yg sedang membersihkan sisa rambut. Otomatis pekerjaan si petugas terganggu. "Duduk ya dek" ucapnya dengan sopan
Tiba - tiba sang Bapak, "Ngapain sih disuruh suruh duduk, tar gw bayar deh berapa?"
Di dunia ini tidak semua hal bisa dibayar pakai uang.
Sabtu, 14 Februari 2015
Ibadah
Kemarin gw one day trip ala kaum urbanis ke Tangerang. Di satu perhentian kami yaitu Vihara/Klenteng. Maafkan gw karna gw ga tau dan ga mencatat namanya apa, dan agak malas ngegoogling. Tapi cerita gw bukan masalah nama.
Klenteng atau vihara (gw state disini dua duanya, karna gw ga tau apa bedanya) ini berdiri didalam Pasar Lama Tangerang. Tempatnya persis antara pasar, komplek perumahan warga dan tukang jualan makanan.
Disitu semua orang bebas masuk keluar. Bebas beribadah. Bebas bertemu dengan Pencipta mereka. Tanpa ada rasa curiga. Tanpa ada liat kanan kiri. Tanpa perlu takut. Damai rasanya menyelubungi kehidupan.
Seharusnya memang begitulah beribadah.
Minggu, 11 Januari 2015
Running!
I am not a runner.
But before my accident, I always run. (and hope after the recovery, I run)
Not every day but most of the day in a week.
I do love long run. Don't imagine marathon runner. My longest run was 20K, not even half marathon.
I just run and run.
Why?
When running I become myself.
I beat my own self.
I speak to myself.
I coach myself.
I push myself.
I cherish myself.
I motivate myself.
When I run, I create my own race. Not 5K, 10K nor the fastest. But commitment..
Commitment to run.
Trust me, my weakness is Commitment.
But before my accident, I always run. (and hope after the recovery, I run)
Not every day but most of the day in a week.
I do love long run. Don't imagine marathon runner. My longest run was 20K, not even half marathon.
I just run and run.
Why?
When running I become myself.
I beat my own self.
I speak to myself.
I coach myself.
I push myself.
I cherish myself.
I motivate myself.
When I run, I create my own race. Not 5K, 10K nor the fastest. But commitment..
Commitment to run.
Trust me, my weakness is Commitment.
Minggu, 08 Desember 2013
Rabu, 11 September 2013
Aneh!
Seorang teman bercerita tentang sebuah bejana gelas yang baru saja dia dapat dari toko antik. Sebuah bejana cantik, menurut dia.
Hari ini, aku dibeli oleh seorang manusia. Dia sepertinya suka dengan bentukku. Dia sangat tersenyum indah saat menemukan di sudut pajangan Tuanku. Dia menimang aku berkali - kali. Terkadang aku berpikir dia tidak lebih dari kolektor yang akan membandingkanku dengan Topi Bulu Indian itu, atau mungkin akan melihat tanda hargaku dan akan meletakkan kembali
Dia sangat menyukainya. Dia memamerkan ke semua orang. Dia ingin mengisi benda itu dengan segala benda yg dia sukai.
Oh ternyata, dia memutuskan untuk membeliku. Aku merasa indah. Aku merasa cantik. Ukiran kecil, guratan pembuatku dulu ternyata ada yang menghargainya. Ada yang mengerti keberadaanku. Ada yang memberiku ruangan. Aku akan menjadi salah satu pajangan indah deretan koleksinya. Bahkan kegembiraanku meluap, diikuti tarian ribuan molekul angin. Molekul angin yang memenuhiku, terperangkap dan bahagia bersamaku. Tak mau lepas. Tak mau terbang ke luar.
Sebulan yang lalu dia pergi ke pantai, dia membawa oleh - oleh. Sebentuk karang mati yang bentuknya sangat bagus. Itu menjadi benda yg pertama mengisi. Dia sudah membayangkan banyak hal. Dia tersenyum sambil memasukkan karang mati itu.
Benda apa ini? Berpori - pori besar dan terlihat sangat jelek. Segerombol molekul angin terpaksa keluar mengikuti hukum alam. "Oh tidak, kalian mau kemana?" aku berseru sambil terisak. Ya, hukum alam.
Hari ini dia menemukan sekumpulan batu indah di tumpukan barang dagangan tukang ikan hias. Dia membelinya sekantong. Sekantong untuk bejana indahnya. Dia mulai tergoda bukan hanya pada batu, tapi ikan berwarna kuning kecil yang bergerombol. Dia mendapatkan ide.
Ahhh, batu - batu jelek ini bisa menggores badanku. "Apakah kamu sudah gila?" bentakku. Dan sekarang kenapa aku diguyur air? Arrrrghhh, aku tak suka air. Aku tak suka lapisan tipis yang nantinya tumbuh dibadanku.
Dia memandangi bejana kaca itu. Melihat apakah ada yang kurang dari akuarium kecilnya itu. Dia dibarengi muka yakinnya, mengambil ikan kuning yang tadi dibelinya. Dimasukkan kedalam bejana itu. Tersenyum indah. Diletakkan disebelah perangkat komputernya. Diatur sedemikian rupa. Tersenyum dan bersyukur, kini meja kerjanya terlihat berwarna.
Aku hanya dijadikan tempat ikan - ikan bau amis ini?. TUHAN KEMBALIKAN AKU KE TOKO USANG ITU!!!! Lebih baik aku berdebu dan terletak dipojok dari pada disini.
Selasa, 14 Mei 2013
Pertanda
Jika firasat ini tentangmu,
Beri aku pertanda
Aku siap membantu menganggkat beban itu
Jangan kau tanggung sendiri
Aku dilahirkan untukmu.
Langganan:
Postingan (Atom)
